Rabu, 16 Oktober 2013

MADU YANG BERACUN


Madu yang Beracun
Nanda adalah anak yang rajin ia selalu menjadi juara kelas di SMPnya dulu. Nanda adalah anak tunggal jadi tak heran kalau dia selalu di manjakan oleh orang tuanya. Nanda yang manja itu pun juga jarang keluar dan bergaul dengan teman atau masyarakat.
Di lingkungan sekolahnya dia tak mempunyai teman sama sekali karena sikapnya sendiri yang angkuh dan sombong, tak heran banyak teman sekelasnya yang tidak suka dengan Nanda. Apalagi sikapnya yang suka cari perhatian.
Meski sudah enam bulan di bangku SMA dia belum mempunyai teman baik sama sekali. Sampai suatu ketika Nanda sendirian didepan kelas sedangkan teman lainnya asyik ngobrol dan bercanda ria di dalam kelas. Tiba-tiba ada satu temannya satu kelas yang mendekatinya.

Senin, 14 Oktober 2013


RINDU IBU DAN AYAH


Kini sudah berbulan bulan ibu meninggalkanku, mencari rizki untuk kebutuhan sekolahku teringat senyum dan tawamu ibu aku jadi rindu padamu. Teringat ayah yang hamper 2 tahun dan tak ku lihat wajahnya kau jauh disana ayah Tampa ada kabar darimu aku rindu kalin berdua ayah dan ibu.
“Liana” tegur mbak indah sambil menepuk pundakku. Teguran dari mb indah membuatku terbangun dari lamunanku.
“kamu kenapa dek ?” Tanya kembli mbak indah kepadaku, tapi aku hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata.
“Lho kok malah menangis dek ?” Tanya mbak indah semakin gelisah.
“Aku rindu ibu mbak dan juga ayah aku kangen sama ibuaku berharap ibu segera pulang” Jawabku sambil menangis memeluk mbak indah.
“sabar dek ibu pergi ke Jakarta untuk mencari uang biar adik bisa membayar sekolah, tugas adek belajar yang rajin biar mendapat nilai yang bagus biar buat ibu dan ayah bangga”. Balas mbak indah padaku.
“iya mbak indah aku tau itu, tapi aku enggak bisa jauh dari ibu aku sudah terbiasa manja dan di dekat ibu aku rindu kasih saying ibu. Dan ayah sama sekali tidak ada kabar apa dia tidak meikir kan aku.” Aku menjelaskan kepada mbak indah.
“dalam hal ini kamu harus mengerti posisi mereka berdua, mereka melakukan itu demi keluarga demi kebaikanmu kamu tidak boleh egois seperti itu karna kamu sudah remaja mendekati dewasa. Meraka tau akan perasaanmu itu dan jangan berpikiran negatif tentang mereka” kata mbak indah lebih menjelaskan kepadaku.
Aku terdiam sejenak mendengar kata kata bijak dari mbak indah persaanku ini memang rindu tapi yang di katakana mbak indah ada benarnya juga.

Selasa, 19 Februari 2013

CINTA TAK TERSAMPAIKAN

CINTA TAK TERSAMPAIKAN

Haiii,namaku Ichie .Aku bersekolah di SMA HARAPAN BANGSA, sebuah SMA yang cukup terkenal di Yogya, Saya termasuk siswi favorit di SMA ini karena saya banyak menunjukkan prestasi-prestasi selama bersekolah di SMA ini.

Saya mempunyai banyak teman di sekolah ini, terutama di kelas saya yaitu kelas XII IPA 1. Namun ada dua orang yang paling akrab yaitu Lucia dan Chris . Banyak yang mengatakan bahwa Chris menaruh perasaan terhadapku,tapi karena saya sangat benci jatuh cinta terhadap sahabat sendiri jadi saya tidak terlalu memusingkan itu.

Namun bukan karena itu sebenarnya alasan saya tapi karena saya telah jatuh cinta kepada seorang cowok bernama Jason. Dia sekelas denganku , saya telah mencintainya selama 2 tahun . Ya,saya dan dia telah kenal selama 2 tahun dan sejak saat itu saya langsung menyukainya. Saya menyukainya karena dia adalah tipe cowok idaman setiap wanita.

Menunggu Saat Bintang Jatuh


Menunggu Saat Bintang Jatuh


LANGIT indah bertabur temaram bintang malam ini. Sang dewi malam dengan Anggun  menebar senyumnya yang merekah. Seperti bibir bidadari surga. Lama rasanya aku melupakan atap dunia itu. Aku terlalu sibuk berada di bumi hingga tak sempat menengok langit. Bintang, benda langit itu berkerlap-kerlip seakan menggodaku. Bagai tangan malaikat yang melambai agar aku menghampirinya. Ia mengingatkanku pada mitos bintang jatuh.

Kata orang, bintang jatuh dapat mengabulkan permintaan manusia. Benarkah? Jika iya, aku rela menunggu benda langit itu tertarik gravitasi bumi, meski harus menantinya tiap malam, hanya untuk satu permintaan. Ah, kenapa pula aku jadi seperti bocah. Mana mungkin benda langit yang tak mampu melawan takdir untuk dirinya sendiri tersebut mampu mengabulkan keinginan makhuk lain?

Seandainya bintang jatuh mampu mengabulkan keinginan, pasti dia akan meminta sendiri kepada Tuhan agar kontraknya di atap dunia diperpanjang. Buktinya, ia memilih menuruti kehendak alam.

Sayang, saat ini, aku yang sedang sentimentil merasa bintang yang menggoda itu seakan seperti pantulan cermin atas diriku sendiri. Awalnya begitu indah, tinggi di Awang-awang namun tak terjamah, jauh, dan jika Tuhan menghendakinya jatuh, ia tak mampu melawan.

Aku terlahir sebagai bocah desa biasa, anak buruh tani. Kedua orang tuaku tak lulus SD, begitu juga kedua kakak perempuanku. Mereka menikah di usia yang masih sangat belia, menjadi ibu rumah tangga, mengurusi anak, suami, dan dapur.

Arti Hadir Seorang Yang Mencintaiku

Arti Hadir Seorang Yang Mencintaiku 

“ Pada akhirnya, kepergian seseorang mungkin menyakitkan akan tetapi akan selalu  menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah jalan terakhir untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.”
Nama gua Arnhenzky Arzhanka, ribet ye nama gua. Kalau begitu panggil aja Anes. Nama itu dikasih bokap gua karena dia gak sengaja mendengar nyokap gua mengandung pada saat dia sedang jalan-jalan di Rusia so.. nama gua ala-ala Rusia gitu.  Umur gua sekarang 25 tahun, pekerjaan gua saat ini kuli seni atau kerennya disebut telent. Gua jalani kehidupan sebagai kuli seni ini buat nabung modal gua di masa depan untuk jadi wiraswata kayak bokap gua yang cukup sukses sebagai penjahit baju ( tailor). So, demi masa depan gua, gua kerja tanpa kenal batas waktu sampai tidur pun terkadang suka lupa waktu.

Gara-gara lupa waktu ini, gua jadi mengenal seseorang ; seseorang yang memiliki senyum terindah yang pernah gua lihat seumur hidup gua. Gua menyebutnya sebagai takdir pertama. Kisahnya dimulai saat itu  ketika suatu hari, gua gak sadar ketiduran dan tiba-tiba telepon gua berbunyi.

Dengan setengah mengantuk gua angkat.

“ anes, loe dimana? “ teriak menejer gua kencang dibalik telepon

“ dikamar.. kenapa? Teriak-teriak kayak kebakaran aja” Tanya gua

Pelangi Terakhir Untuk Icha

 PeLaNGi TErakhIR UNTuK IChA


Siang itu langit tidak begitu cerah karena hujan baru saja berhenti mengguyur bumi ini.
Langsung saja aku melajukan mobil jazz biru-ku keluar dari sekolah yang begitu Asri meski penghuninya adalah laki-laki semua. Melintasi jalanan yang becek akibat hujan tadi.
Byaaaarrrr….
Tak sengaja aku melintasi jalanan yang ada genangan air dan air tersebut membasahi baju seorang siswi yang sedang duduk di Bangku taman dekat sekolahku. Gadis itu langsung Bangun dari duduknya. Sambil membersihkan bajunya yang basah dan kotor mulutnya seraya mengatakan sesuatu seperti marah-marah.
“Huh sialan ! Baju gue jadi kotor dan basah gini kan ! Hey, baru bisa bawa mobil yah ? Atau enggak punya etika berkendara yang baik ? Enggak liat apa kalo ada orang disini. Aaaaahhhh !!” maki gadis itu kepadaku.
Kakiku langsung menginjak pedal rem. Mobil berhenti tak jauh dari tempat gadis itu. Aku melirik kaca spionku, ku lihat gadis itu tampaknya marah sekali karena bajunya basah karena kecripatan air hujan yang menggenang di jalanan. Sekilas aku memperhatikan gadis itu, dia tampak manis dan lucu meski ekspresi wajahnya adalah marah. Aku akui, gadis itu memang cantik.
Tanpa mempedulikan gadis itu yang masih ngomel-ngomel, aku langsung tancap gas karena saat itu aku memang sedang terburu-buru.

PILIHAN HATIKU BERAKHIR DENGAN KEMATIAN

 PILIHAN HATIKU BERAKHIR DENGAN KEMATIAN


“Non… makan ya.. nanti non tambah sakit…!!” Kata seorang wanita yang sudah berumur setengah abat dengan membawa bubur gandum di atas tangan nya… dengan wajah yang lelah perempuan tua itu berlari kesana kemari mengejar seorang anak kecil berkuncir dua
“Inda gak mau…. Bina ini bawel ya… Inda bosan makan bubur terus… inda mau makan yang lain . titik”
“Non… gandum ini baik untuk kesehatan Non, nanti siang baru Bibi masakin ayam bakar kesukaan Non”
“Iya di masakin Ayam bakar, tapi makan nya pake bubur lagi… gak mau pokok nya gak mau!!!!” Teriak anak kecil tersebut, dan langsung berlari meninggalkan wanita tua itu di ruang makan.
“Aduh non Inda… maafin bibi… ini semua demi kebaikan Non.. kalau Non begitu terus nanti Non tambah sakit “ kata wanita tua tersebut sambil duduk di kursi makan. Terlihat wajah nya yang sedih, dan tanpa terasa buliran air mata menetes dan membasahi pipinya yang sudah mulai keriput. “Ya.. Allah, sembuhkan lah penyakit Non Inda, jangan kau siksa dia .. kasihanilah dia… dia masih kecil ya Allah, biarkan hambamu yang hina ini saja menggantikan penderitaan nya, hamba ikhlas ya allah menukar kesakitan nya dengan hamba,.. hamba mohon ya allah “

Ternyata Inda yang waktu itu sudah masuk kelas 4 sd berada di atas tangga dekat kamar nya, dia melihat bibi yang mengasuh nya sedari kecil menangis meminta kesembuhan nya, air matanya pun ikut mengalir deras.

:: Sekapur Sirih ::

Berita