RINDU IBU DAN AYAH
Kini sudah berbulan bulan ibu meninggalkanku, mencari
rizki untuk kebutuhan sekolahku teringat senyum dan tawamu ibu aku jadi rindu
padamu. Teringat ayah yang hamper 2 tahun dan tak ku lihat wajahnya kau jauh
disana ayah Tampa ada kabar darimu aku rindu kalin berdua ayah dan ibu.
“Liana” tegur mbak indah sambil menepuk pundakku.
Teguran dari mb indah membuatku terbangun dari lamunanku.
“kamu kenapa dek ?” Tanya kembli mbak indah kepadaku,
tapi aku hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata.
“Lho kok malah menangis dek ?” Tanya mbak indah
semakin gelisah.
“Aku rindu ibu mbak dan juga ayah aku kangen sama
ibuaku berharap ibu segera pulang” Jawabku sambil menangis memeluk mbak indah.
“sabar dek ibu pergi ke Jakarta untuk mencari uang biar
adik bisa membayar sekolah, tugas adek belajar yang rajin biar mendapat nilai
yang bagus biar buat ibu dan ayah bangga”. Balas mbak indah padaku.
“iya mbak indah aku tau itu, tapi aku enggak bisa jauh
dari ibu aku sudah terbiasa manja dan di dekat ibu aku rindu kasih saying ibu.
Dan ayah sama sekali tidak ada kabar apa dia tidak meikir kan aku.” Aku
menjelaskan kepada mbak indah.
“dalam hal ini kamu harus mengerti posisi mereka
berdua, mereka melakukan itu demi keluarga demi kebaikanmu kamu tidak boleh egois
seperti itu karna kamu sudah remaja mendekati dewasa. Meraka tau akan
perasaanmu itu dan jangan berpikiran negatif tentang mereka” kata mbak indah lebih
menjelaskan kepadaku.
Aku terdiam sejenak mendengar kata kata bijak dari
mbak indah persaanku ini memang rindu tapi yang di katakana mbak indah ada
benarnya juga.